Sudah terlalu banyak kerusakan lingkungan kita,, apakah karena “saking” banyaknya sehingga kita enggan untuk membuka mata kita? Melihat kesengsaraan lingkungan kita? Janganlah jadi pengecut wahai teman… apakah dengan berdiam diri tak mau peduli dengan kondisi kingkungan kita yang sudah dalam kondisi gawat darurat ini, akan berdampak lebih baik bagi kita? Tidak bukan? Justru Kerusakan-kerusakan yang telah terjadi jadikanlah motivator dan penyemangat bagi kita untuk melakukan sesuatu demi perbaikan lingkungan kita.. mulai dari yang kecil-kecil dulu lah,,,hal yang kecil dan sepele pun bias lho.. membantu memulihkan kerusakan lingkungan yang ada. Contohnya saja ya teman.. buang sampah pada tempatnya,, tidak susah bukan? Itu sudah membantu kelancaran jalannya air, sehingga mengendalikan terjadinya banjir,, menanam pohon itung-itung juga buat penghijauan rumah dan lingkungan kita misalnya juga bias dilakukan,,, dan imbas yang baik akan datang daripadanya,, kandungan CO2 yang menjadi salah satu penyumbang global warming berangsur akan berkurang jumlah di atmosfer, jadi lingkungan kita tidak terasa begitu panas lagi.
Masih tak jaih kaitannya dengan CO2, Terlintas nggak dibenak kalian dengan semakin banyaknya kendaraan bermotor, apalagi di daerah perkotaan, semakin banyak dan kompleksnya kegiatan penghuni perkotaan mendesak mereka untuk memiliki kendaraan bermotor demi kelancaran kegiatannya. Apalagi di kota yang terdapat universitas ternama, ditiap tahunnya didatangi bejuta-juta mahasiswa? Yang tentunya mereka membawa kendaraan bermotor, tak bisa dielakkan lagi dijaman yang serba praktis ini semakin mempercepat laju pertambahan kendaraan bermotor. Tentunya teman-teman juga sudah tahu produk atau hasil sisa pembakaran dari bahan bakar kendaraan bermotor itu,, ya, betul sekali, CO (Carbon Monoksida) jawabannya. Bayangkan, dengan semakin cepat laju pertambahan kendaraan bermotor maka global warming semakin tak terkendali, mungkin tak perlu saya paparkan lagi dampak global warming, tentunya teman sudah taka sing lagi dengan istilah itu, serta dampak daripadanya.
Nah kalo kita tidak mulai menata kembali cara kita memperlakukan ligkungan yang sudah saya katakan diatas bahwa kondisinya sudah gawat darurat, akan jadi apa bumi kita beberapa tahun mendatang?
Lingkungan ini memang sudah rusak…secara langsung dan tak langsung itupun tak luput dari salahku (dan salahmu juga teman…hehE..) seperti yang sudah aku katakana sekarang saatnya kita mulai menata ulang perilaku kita pada alam. Menyadari apa kesalahan kita dan memperbaiki semua. Tetap semangat! Dan mulailah dari hal yang kecil, karena sekecil apapun yang kita lakukan untuk alam, pasti akan berguna, dan ingat teman.. Allah selalu membalas perbuatan baik kita dengan hal yang baik pula tentunya. Aminn…