HUTAN

Huh… hela nafas sebentar ah,,, sekedar untuk melonggarkan dada kita yang mungkin agak menciut dengan kondisi lingkungan ini semakin buat  kita sesak aja… “coro jowone syo sumpek wae donyo iki” , bukankah begitu teman? Yah memang ada baiknya lah kita-kita ini merasa prihatin melihat kondisi lingkungan kita saat ini. Bumi kita, Khususnya Indonesia yang terus terkoyak-koyak dengan adanya perlombaan tingkat dunia ,,, yaitu persaingan di industri,, ya memang.. bagi Negara maju sudah bisa diakui mampu menjaga lingkungannya walaupun kegiatan industrinya komplek dan besar, ya.. itu karena mereka punya teknologi yang bagus dalam mengolah limbahnya. Tapi… bagaimana dengan Negara berkembang? Dimana mereka juga harus mengejar ketetinggalannya, dan juga dari sector perekonomian juga itu sangat diperlukan, namun  tak bisa disangkal juga, bagi Negara berkembang tentunya juga keberatan jika menggunakan teknologi Yang biayanya tebilang mahal itu untuk mengolah limbahnya untuk mengurangi pencemaran ke lingkungan. Ya dengan terpaksa akhirnya mereka membuang limbhnya begitu saja ke lingkungan, udara, air, tanah tercemar. Jika tanah, air, atau udara itu tercemar mengandung bahan yang berbahaya akibat limbah tersebut, hal ini akan berakibat fatal. Yang sudah terjadi misalnya pencemaran air oleh merkuri, orang yang menggunakan air tersebut bias celaka.

Sebenarnya yang akan saya katakana disini bukan tentang hal yang telah saya paparkan diatas, tapi saya tu menyayangkan dengan kondisi lingkungan sekarang ini.Karena kepentingan pihak-pihak tertentu  namun tak mempedulikan dampak bahayanya bagi lingkungan ini, yang menyebabkan anak-anak kecil sekarang tak begitu akrab lagi dengan alam.. tak seperti masa-masa kecilku yang terbiasa bermain dengan alam, anak kecil sekarang mau menemukanlahan yang luas dimana untu bias bermain dengan teman-teman mereka? Sedangkan tanah sekarang katanya telah dipercantik tampilannya dengan tempelan-tempelan semen. Anak jaman sekarang mungkin akan sulit untuk merasakan lembanya tanah, berlari-larian menantang hembusan angin, segarnya udara dari pepohonan sekitar, sejukny mata karena hijaunya lingkungan sekeliling. Anak kecil sekarang lebih mudah menemukan gedung-gedung yang padat tinggi menjulang, jalan-jalan aspal, kegersangan karena kurangnya pepohonan disekitar mereka. Yah..melihat kondisi yang sekarang ini otomatis saya mesaka beruntung pernah merasakan hidup di lingkungan yang belum begitu tersentuh spenuhnya oleh dampak industrialisasi itu. Sekarang ini aja aku masih suka mengingat masa kecilku, mengingat akan lingkungan sekitarku yang masih terbentang luas dengan pepohonan yang asri, tanah yang “anyep”, hembusan angin dari pepohonan dari kejauhan karena belum ada penghalang lajunya angin karena belum begitu banyak bangunan disekelilingnya. Ukh… asiknyah..